Pages

Dannjie The Djokam. Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 02 November 2015

Skripsi Penalaran

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERINTEGRASI MODEL PROBLEM SOLVING
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu elemen yang harus dimiliki oleh suatu negara. Karena dengan adanya pendidikan suatu negara tersebut akan mengalami suatu kemajuan bahkan bisa pula mengalami kemunduran, yang berarti pendidikan merupakan suatu hal kunci yang harus dimiliki oleh setiap negara.
Di dalam dunia pendidikan terdapat beberapa jenis mata pelajaran yang harus ditempuh oleh seorang siswa agar dapat menguasai indikator pencapaian suatu materi tertentu. Salah satu mata pelajaran yang ada dalam pendidikan adalah ilmu berhitung yang dikenal dengan istilah “Matematika”. Menurut Sumarmo (2003:26) matematika pada hakekatnya merupakan sebuah sistem aksiomatis deduktif formal yang memuat komponen-komponen dan aturan komposisi yang dapat menjalin hubungan secara fungsional diantara beberapa komponen.
Di dalam Sumarmo (2003:35) menyatakan bahwa secara garis besar kemampuan dasar matematika dapat diklasifikasikan dalam lima standar, yaitu 1) mengenal, memahami, dan menerapkan konsep, prosedur, prinsip dan ide matematika 2) menyelesaikan masalah matematika 3) bernalar matematika 4) melakukan koneksi matematika 5) komunikasi matematika.
Salah satu klasifikasi kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh siswa adalah kemampuan bernalar mengenai matematika yang berkaitan dengan pola dan sifat, manipulasi matematika, pembuatan generalisasi, menyusun sebuah bukti, menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika serta memecahkan sebuah permasalahan matematika. Ball, Lewis & Thamel mengemukakan (dalam Wijaya, 2010) bahwa “mathematical reasoning is the foundation for the construction of mathematical knowledge”, yang berarti bahwa kemampuan penalaran matematika harus dimiliki setiap siswa dalam mempelajari matematika karena kemampuan penalaran merupakan sebuah fondasi atau sebuah kemampuan dasar dalam mengkonstruk pengetahuan matematika.
Artinya modal yang harus dimiliki oleh setiap siswa dalam mempelajari matematika adalah memiliki kemampuan penalaran matematis yang berfungsi untuk mengidentifikasi permasalahan, memikirkan cara penyelesaian yang tepat dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan dalam pembelajaran matematika.
Dalam pembelajaran matematika, siswa akan diajarkan mengenai cara menyelesaikan permasalahan matematika yang nantinya juga akan berkenaan dengan permasalahan sehari-hari yang akan sering mereka temukan, tidak hanya sekedar menghafalkan suatu rumus matematika tertentu. Karena dengan sebuah penalaran dan pemahaman seorang siswa dapat dengan mudah mengingat konsep-konsep matematika tanpa harus dengan menghafal, karena apabila kita menghafal maka cepat ataupun lambat hafalan kita juga akan terkikis, berbeda dengan memahami. Namun aktivitas utama dalam matematika adalah berhitung dan penerapan rumus.
Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan berhitung pada siswa, berpikir secara logis, sistematis dan konstruksional, mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan matematis yang berupa kalimat, persamaan matematika, grafik ataupun tabel. Dalam pembelajaran matematika memiliki salah satu tujuan yaitu untuk melatih cara berpikir logis dalam penalaran matematika. Karena antara penalaran dan materi ajar matematika memiliki keterkaitan yang kuat dan tak dapat diabaikan. Untuk memahami materi ajar matematika dibutuhkan suatu kemampuan penalaran yang baik dan kemampuan penalaran dapat dilatih melalui pembelajaran matematika.
Didalam suatu pembelajaran matematika tidak hanya mengajarkan siswa untuk menghafal suatu konsep dan rumus matematika saja tetapi esensi dari pembelajaran matematika adalah untuk melatih kemampuan penalaran pikiran siswa yang diintegrasikan dalam suatu pembelajaran matematika. Selain itu, siswa diberi sebuah rangsangan agar dapat melihat suatu hubungan sebab-akibat dalam permasalahan matematika dan setiap siswa juga diharapkan cerdas dalam pemecahan masalah matematika.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap siswa Kelas VIII D SMP Negeri 1 Wonosari, kemampuan penalaran matematika yang dimiliki siswa masih kurang maksimal. Diperoleh beberapa faktor penyebab masih kurang maksimal dalam penalaran matematika, yaitu  1) siswa kesulitan dalam menyajikan pernyataan matematika dengan lisan, tertulis, tabel, gambar atau diagram 2) siswa kurang maksimal dalam mengajukan dugaan awal dalam suatu permasalahan matematika 3) siswa kurang maksimal dalam melakukan manipulasi matematika 4) siswa masih kurang maksimal dalam menarik kesimpulan, menyusun bukti dan memberikan alasan.
Selain itu siswa cenderung tidak menuliskan apa yang diketahui dari soal sehingga mengisyaratkan bahwa siswa kurang mampu menangkap ide pokok permasalahan yang kemudian ditampilkan dalam bahasa matematika. Sehingga disaat seorang siswa dihadapkan sebuah permasalahan matematika sebagian besar kurang maksimal dalam menyelesaikan permasalahan matematika tersebut.
 Pentingnya penguasaan dalam pemecahan masalah ditegaskan oleh Branca (dalam Firdaus, Ahmad 2009) yaitu kemampuan menyelesaikan masalah merupakan tujuan umum pengajaran matematika. Dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan umum dalam mempelajari matematika yaitu pemecahan masalah. Dengan adanya itu siswa dilatih dapat menyelesaikan permasalahan dalam dunia nyata. Dalam pembelajaran matematika siswa harus memiliki kemampuan penalaran matematika yang menjadi sebuah proses untuk mencapai tujuan yaitu dapat memecahkan permasalahan matematika.
Oleh karena itu suatu pembelajaran dapat berhasil diukur dengan keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut tingkat pemahaman, penguasaan materi dan prestasi belajar itu tinggi. Menurut Musriah (2009:3) beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran matematika sebagai berikut : 1) antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran 2) antusias siswa dalam mengajukan pertanyaan 3) antusias siswa dalam mengerjakan soal latihan 4) antusias siswa dalam mengerjakan soal didepan kelas. Itu semua dibutuhkan suatu penalaran yang baik didalam suatu pembelajaran.
Siswa yang mempunyai kemampuan penalaran matematika yang tinggi dapat dilihat dari kemampuan berpikir yang logis, baik yang bersifat deduktif maupun induktif. Artinya, siswa tersebut dalam mengutarakan pendapat untuk menjawab permasalahan matematika tidak asal-asalan. Ia mampu mengemukakan sebuah konsep matematika yang menjadi dasar penyelesaian soal. Sehingga, seorang siswa mampu berpikir analitik dalam penyelesaian permasalahan, dengan menghubungkan suatu gambar, benda nyata maupun soal-soal cerita kedalam ide-ide matematika.
Ada beberapa cara yang dapat menumbuh-kembangkan kemampuan penalaran matematika siswa, misalnya seorang guru yang dapat memacu siswa agar mampu berpikir secara logis dan sistematis dengan memberikan suatu permasalahan-permasalahan matematika yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan. Kemudian seorang guru dapat menunjukkan langkah-langkah penyelesaian permasalahan tadi dengan runtut sesuai dengan teorema dan konsep matematika. Sehingga siswa dapat menganalisis langkah-langkah yang telah diberikan oleh guru tersebut. Selain itu seorang guru dapat membelajarkan siswanya dengan pendekatan pembelajaran yang mampu diserap oleh siswa.
Pendekatan pembelajaran menurut Mulyono (2012:13) sebagai titik tolak atau sudut pandang pendidik terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Mulyono (2012:13) mengemukakan bahwa pendekatan pembelajaran terdiri dari 1) pendekatan pembelajaran berorientasi/berpusat pada siswa 2) pendekatan pembelajaran berorientasi/berpusat pada guru 3) pendekatan ekonomi yang memandang anak adalah investasi masa depan 4) pendkatan agama bahwa pendidikan adalah nilai ibadah.
Pendekatan pembelajaran sangat penting dalam pendidikan. Pendekatan pembelajaran bersifat fleksibel yang artinya sewaktu-waktu dapat diubah sesuai dengan perkembangan zaman. Karena seiring berjalannya waktu kecanggihan teknologi, sarana-prasarana semakin maju, maka dari itu dalam dunia pendidikan semestinya dapat mengikuti kemajuan teknologi tersebut. Begitu pula pada zaman ini, Kementrian Pendidikan mengubah Kurikulum yang sedang digunakan, dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menjadi Kurikulum 2013.
Pada kurikulum 2013 yang diterapkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional mewajibkan sekolah yang mampu untuk menerapkan Kurikulum 2013 supaya dapat menerapkan pendekatan saintifik. Dengan tujuan seorang siswa lebih mendalami materi yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari. Didalam Kurikulum 2013 menjadi hal yang mutlak untuk menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan ilmiah untuk yang digunakan untuk membuktikan atau untuk memahami suatu materi.
Penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuh-kembangkan kemampuan penalaran matematika siswa. Nurul (2013) menyebutkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang menggunakan pendekatan ilmiah dan inkuiri, dimana siswa berperan langsung baik secara individu maupun kelompok untuk menggali konsep dan prinsip selama kegiatan pembelajaran, sedangkan tugas seorang guru adalah mengarahkan proses belajar yang dilakukan siswa dan memberikan koreksi terhadap konsep dan prinsip yang diperoleh siswa.
Menurut Jati (2014) Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kritis siswa, yang mengutamakan bagaimana pengetahuan, ketrampilan dan sikap itu diperoleh oleh siswa. Dengan suatu langkah-langkah yang jelas dan sistematis, seorang siswa diyakini akan terbelajarkan dengan baik dan dapat memahami materi yang telah diajarkan.
Langkah-langkah dalam pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkah-langkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, ketrampilan dan pengetahuan siswa. Para ilmuwan mengedepankan penalaran induktif daripada penalaran deduktif.
Penalaran deduktif merupakan melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Adapun penalaran induktif adalah memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik kedalam ide yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum.
Berdasarkan Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV pendekatan saintifik memiliki beberapa tahapan pokok atau langkahlangkah dalam pembelajaran, yaitu 1) mengamati 2) menanya 3) mengumpulkan informasi/eksperimen 4) Mengasosiasikan/mengolah informasi 5) mengkomunikasikan. Dengan menggunakan langkah-langkah tersebut siswa dapat terlibat secara aktif dalam suatu pembelajaran. Selain itu seorang guru dapat memilih metode atau model pembelajaran yang cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.
Metode pembelajaran menurut Mulyono (2012 : 16) diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran karena dengan suatu metode tertentu seorang guru dapat berhasil menyampaikan materi pembelajaran.
Metode pembelajaran problem solving menurut Mulyono (2012:108) merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam metode problem solving dimulai dengan mencari data sampai dengan menarik kesimpulan. Adapun tahapan dalam problem solving yang diajukan oleh Polya antara lain, 1) memahami permasalahan matematika 2) merencanakan penyelesaian permasalahan 3) melaksanakan rencana penyelesaian, dan 4) melihat kembali hasil yang telah diperoleh.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka penulis termotivasi untuk melakukan sebuah penelitian mengenai kemampuan penalaran matematika. Melalui pendekatan saintifik yang terintegrasi model pembelajaran problem solving dengan beberapa proses yang telah disebutkan diyakini mampu mengatasi permasalahan kurang maksimalnya kemampuan penalaran matematika di SMP Negeri 1 Wonosari, sehingga berdampak semakin tinggi kualitas intelegensi para siswa.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan uraian masalah sebagai berikut :
Adakah peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan saintifik terintegrasi model problem solving pada siswa kelas VIII SMP N 1 Wonosari Tahun 2015/2016?
C.    Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa.
2.      Tujuan Khusus
Meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan saintifik terintegrasi model problem solving pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wonosari.

D.    Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Teoritis
Dari segi teoritis, hasil penelitian ini diharapkan secara umum  mampu memberikan sumbangan kepada pembelajaran matematika utamanya pada peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa dengan pendekatan saintifik terintegrasi model problem solving.
Secara khusus, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada model pembelajaran di sekolah serta mampu mengoptimalkan peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa.


2.      Manfaat Praktis
Dari segi praktis, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi siswa, guru matematika dan sekolah.
a.       Bagi siswa, dapat meningkatkan  kemampuan penalaran matematika siswa dan juga dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.
b.      Bagi guru, membantu guru dalam menentukan model pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa.
c.       Bagi sekolah, dapat memberikan sumbangan ide sehingga membantu memperbaiki proses pembelajaran matematika.

selengkapnya klik disini


Rabu, 08 April 2015




Mitos Sex Yang Tersebar Di Khalayak Ramai

Inilah Mitos Seks Keliru yang Beredar di Kalangan Remaja
Selama ini kita seringkali menyalahkan kurangnya pendidikan seks di sekolah dan mengapa keingintahuan di kalangan remaja tentang seks seperti tak berujung.
Nampaknya kita harus berhati-hati, karena mitos tentang seks pun telah merajalela dalam pikiran mereka.
Kita semua juga pasti telah menyadari adanya kebingungan, yang berlaku pada remaja dan seberapa cepat informasi salah menyebar seperti api liar.
Untuk itu, saat ini Anda harus mulai mengetahui mitos-mitos umum tentang seks yang telah menyebar dikalangan remaja untuk membantu mencerahkan baik remaja itu sendiri maupun orangtua.
1. Saya aman dari kehamilan, karena tidak ada penetrasi
Kehamilan dapat terjadi bahkan ketika pasangan ejakulasi atau pra-ejakulasi di dekat atau di vulva Anda. Terlepas dari kenyataan bahwa Anda melakukan hubungan seks vaginal atau tidak, bertelanjang sambil kontak tubuh di sekitar daerah ini tetap bisa menyebabkan kehamilan.

2. Saya tidak bisa hamil jika sedang menstruasi
Jika Anda melakukan hubungan seks vaginal saat Anda menstruasi, Anda tetap bisa hamil. Sperma bisa hidup mulai dari satu hari hingga satu minggu di dalam rahim. Ini berarti sperma bisa membuahi sel telur ketika Anda berovulasi. Selain itu, berhubungan seks saat sedang menstruasi membuat Anda harus menggunakan kondom, karena ini merupakan salah satu cara yang telah terbukti untuk mencegah penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.

3. Mencuci vagina segera setelah berhubungan, saya tidak akan hamil
Meskipun Anda mencuci vagina dengan air panas, air dingin, larutan sabun atau shampo, sperma adalah perenang yang sangat cepat dan bisa mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan bahkan sebelum mata Anda sempat berkedip. Secara ilmiah, mencuci daerah vagina Anda setelah berhubungan seks tidak akan mencegah kehamilan.

4. Saya tidak bisa hamil saat melakukan seks pertama kalinya
Seorang gadis bisa hamil kapanpun setiap kali dia berhubungan seks, terlepas dari fakta bahwa itu adalah pertama kalinya dia atau tidak. Dan sejauh usia seorang gadis yang bersangkutan telah mengalami masa subur pada masa remajanya. Dengan demikian adalah suatu keharusan baginya, untuk menggunakan alat kontrasepsi yang dapat diandalkan.

5. Seorang perawan harus berdarah saat pertama kali melakukan hubungan seksual
Seorang perempuan tak harus berdarah setelah melalukan hubungan seksual pertamanya. Hal ini penting untuk dipahami bahwa perempuan berdarah, ketika mereka memiliki suatu kebiasaan yang membuat selaput dara mereka robek sebelum melakukan hubungan seks. Selaput dara dapat dengan mudah robek oleh aktivitas fisik yang berat seperti bersepeda, berlari atau berenang. Jadi, untuk membuktikan bahwa perempuan itu perawan, tidak bisa dilihat dari berdarah atau tidak saat pertama kalinya melakukan hubungan seksual.

Senin, 23 Maret 2015

Penghuni Surga Terakhir


Bahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat?Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama? 

Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. 

Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan? 

Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala. 

Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian. 

Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya. 

Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian. 

Mereka pun berkata: Engkau Tuhan kami. 

Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka Jahanam. 

Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas. Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. 

Di dalam neraka Jahanam terdapat besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di setiap sisinya). 

Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya, wahai Rasulullah. 

Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri Sakdan, tetapi hanya Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara mereka ada yang dapat melintas, hingga selamat. 

Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan dengan rahmat-Nya Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang Dia kehendaki, maka Dia memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya, yang mengucap: "Laa ilaaha illallah". 

Para malaikat mengenali mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan tubuh anak keturunan Adam, kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka menjadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur). 

Kemudian selesailah Allah Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang terakhir masuk. Dia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan kepada Allah. 

Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan permintaanmu, engkau akan meminta yang lain. 

Orang itu menjawab: Aku tidak akan minta yang lain kepada-Mu. 

Maka ia pun berjanji kepada Allah. Lalu Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia telah menghadap dan melihat surga, ia pun diam tertegun, kemudian berkata: Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu surga. 

Allah berkata: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku selain apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tidak menepati janji. 

Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia memohon terus kepada Allah, hingga Allah berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku memberimu apa yang engkau pinta, engkau akan meminta yang lain lagi. 

Orang itu berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya. Lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga, ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya. 

Dia pun diam tertegun. Kemudian berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga. 

Allah Taala berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta selain apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau tidak dapat menepati janji! 

Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia terus memohon kepada Allah, sehingga membuat Allah Taala tertawa (ridha). 

Ketika Allah Taala tertawa Dia berfirman: Masuklah engkau ke surga. Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika telah habis keinginan-keinginannya, Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu pula yang semisalnya 

(HR Muslim no 267)

Sosok Ayah Dalam Alqur'an

father-son-stormtrooper-www.wired.comUmumnya dari kita mengetahui bahwa pada tanggal 22 Desember merupakan Hari Ibu. Banyak orang melakukan berbagai cara untuk menghormati jasa wanita yang melahirkan mereka. Tahukah Anda kapan Hari Ayah? Hari Ayah di Indonesia dirayakan pada 12 November setiap tahunnya.
Untuk memperingati jasa-jasa ayah, inilah deretan ayah terkeren dalam Islam. Semoga para warga LDII bisa mengambil pelajaran dari mereka.
1.  Nabi Muhammad S.A.W.
Siapa yang tidak kenal beliau? Rasulullah dikenali oleh semua orang, baik musuh ataupun kawan. Beliau dinobatkan sebagai orang paling berpangaruh di dunia versi buku ‘The 100’ ini memiliki 4 putra dan 4 putri, walaupun keempat putranya meninggal saat masih kecil, tetaplah beliau ayah terbaik. Jiwa penyayangnya kepada anak-anak tidak diragukan lagi. Nabi Muhammad menyayangi semua anak kecil meskipun tak memiliki hubungan darah dengannya.
Beliau menciumi anak kecil saat berjumpa, mengajak balap lari, dan membuat lelucon jenaka merupakan keahliannya, dalam menghibur anak dan cucunya. Beliau juga merupakan sosok yang sabar dan tidak suka memarahi anak kecil.
Walaupun sabar dan tidak suka marah kepada anak kecil, bukan berarti menghilangkan sifat tegas beliau dalam mendidik anak. Rasulullah tidak segan menegur anaknya apabila menyalahi adab yang dibenarkan Islam. Beliau pernah menegur Umar bin Abu Salma “Hai nak! Bacalah basmalah, menyuaplah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang ada didekatmu!” dari Aisyah HR. Bukhari dan Muslim.
Beliau bahkan pernah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, tentu Muhammad akan memotong tangannya.” HR. Bukhari. Melalui contoh di atas kita mengetahui sebagai seorang ayah kita patuh dekat dengan anak akan tetapi tidak menghilang ketegasan dan objektivitas tetang kebenaran.
2. Nabi Ibrahim A.S.
Nabi Ibrahim menjadi sosok ayah terkeren berikutnya karena keberhasilannya membina suatu keluarga. Prestasinya di antaranya Sarah yang sholehah, Hajar yang tegar, dan Ismail anak yang sholeh dan mampu menguatkan dan mengokohkan keimanan bapaknya. Nabi Ibrahim telah berhasil mendidik keluarganya menjadi keluarga yang senantiasa mentauhidkan Allah SWT.
Fase Dua yang sangat sulit dalam hidup sebagai seorang ayah telah Beliau lalui dengan baik. Dua fase itu adalah ketika turun perintah dari Allah meninggalkan Hajar yang baru melahirkan Ismail di bukit gersang tak berpenghuni dan saat turun perintah menyembelih anaknya Ismail. Walaupun berat Ibrahim menjalankan perintah Allah tersebut. Rasa cintanya kepada keluarga tidak pernah mengalahkan rasa cintanya kepada Allah. Bahkan Ibrahim sebagai seorang ayah mampu meyakinkan keluarganya tentang arti ketaatan kepada perinta Allah.  Memalui kisah ini kita menyadari bahwa seorang ayah tidak sepantasnya menjadikan rasa cinta kepada keluarga sebagai alasan untuk berbuat negatif. Seberat apapun kondisi yang ayah terima kita harus tetap yakin bahwa Allah akan senantiasa menolong dan memberikan jalan.   
3. Nabi Ya'qub A.S. (Ayahnya Nabi Yusuf AS)
Nabi yang juga dikenal sebagai Nabi Isroil dan menjadi nenek moyang Bani Israil ini menjadi ayah terkeren bukan karena memiliki anak Nabi Yusuf yang super tampan. Akan tetapi, hal yang tidak kalah keren darinya adalah kesabaran beliau dalam mengenalkan baik dan buruk kepada anaknya.
Sifat iri yang kerap dimikili oleh anak terhadap perhatian orang tua mereka kepada saudaranya juga dialami oleh anak Yaqub. Rasa iri ini yang menjerumuskan anak-anak Yaqub untuk berbuat jahat kepada Yusuf. Meskipun mengetahui anak-anaknya telah berbuat jahat kepada anak kesayangannya, Yusuf, Yaqub tidak serta-merta membuang dan mengusir anaknya dari rumah. Akan tetapi Yaqub justru mendoakan ampunan kepada Allah untuk anak-anaknya. Beliau juga menasehati dan  mendoakan semoga anak-anaknya dapat berubah menjadi lebih baik. Sikap kesabaran ini yang seharusnya dimikili oleh seorang ayah yang memiliki anak nakal atau bermasalah. Kekurangan anak bukan berarti menjadi alasan seorang ayah untuk mengusirnya. Akan tetapi menjadi tanggung jawab orang tua lah untuk meluruskan jalannya.
Beliau juga masih memberikan harapan anak-anaknya untuk berubah dan berbuat baik saat meminta Bunyamin untuk ikut ke Mesir. Rasa percaya ayah kepada anak inilah yang beliau terapkan. Orang tua harus bersikap tegas tetapi tidak menghakimi dan melebel negatif anak. Orang tua seharusnya menjadi seorang yang paling dekat dan paling percaya kepada anak  bahwa ia akan berubah di saat posisi tersebut.   
4. Nabi Dawud  A.S. (Ayahnya Nabi Sulaiman A.S.)
Mengenali potensi anak itulah keahlian yang dimiliki oleh raja yang adil dan sangat kaya raya ini. Nabi Dawud telah mengetahui potensi kecerdasan Sulaiman jauh ketika anaknya masih kecil. Ketika mengetahui potensi anaknya, Dawud giat mengasah kecerdasan Sulaiman untuk memimpin kerajaan dan memberikan hukum yang adil terhadap suatu permasalahan. Sulaiman senantiasa diajak melihat teknik menyelesaikan masalah kerajaan.
Alhasil Sulaiman tumbuh kemampuan analisisnya dan menjadi anak yang semakin cerdas. Hal ini yang harus dimiliki seorang ayah. Mengenali bakat anaknya dan mendukungnya ke arah yang positif. Mengenali bakat anak sejak dini penting dilakukan guna menentukan arah pendidikan yang sesuai.
Dawud juga patut menjadi contoh bagi para ayah yang anti kritik dan sulit mendengarkan pemikiran anaknya. Beberapa hukum yang sulit seperti saat kasus kambing yang memakan tanaman di kebun tetangganya dapat diselesaikan Dawud dengan bantuan Sulaiman. Walaupun dengan kata lain harus Dawud harus menerima kritikan anaknya. Dawud dapat lapang dada menerima masukan anaknya sejauh hal tersebut membawa ke arah yang lebih baik.
Sering kali orang tua menganggap dirinya selalu benar dan anak harus mendengarkan semua perkataannya. Mengeritik nasehat orang tua sering kali dianggap sebagai membantah atau menentang orang tua. Hal-hal semacam itu sebaiknya diperbaiki. Sudah saatnya ayah membuka pikiran dan mencoba menyaring masukan anak. Ayah seharusnya bisa mendengar masukan anak dan mengarahkannya ke arah yang positif dan memperbaiki dengan ramah bila ada kesalahan. Membantah dengan kasar saat anak salah justru membuat anak menjadi semakin jauh dan tidak percaya terhadap orang tua.        
5. Nabi Zakaria A.S. (Ayahnya Nabi Yahya)
Ayah yang satu ini patut diacungi jempol dalam hal berdoa kepada Allah agar diberikan anak. Hingga usianya 90 tahun, istrinya, Isya belum kunjung memiliki anak. Tanpa keraguan Zakaria terus bermunzat kepada Allah agar diberikan anak yang doanya tertulis dalam Surah Maryam ayat 2-6.  Berkat kesungguhan dan keyakinannya doa beliau akhirnya dijawab oleh Allah dengan terlahir anak bernama Yahya pada Surah Maryam ayat 7.
Melalui kisah ini, terdapat sebuah gambaran bahwa tugas menjadi ayah terjadi jauh sebelum terbentuknya janin. Zakaria telah mendoakan anaknya menjadi anak yang diridhai-Nya jauh sebelum istrinya hamil. Persiapan menyambut seorang anak tidak hanya setumpuk popok dan baju bayi saja, akan tetapi calon orang tua hendaknya juga mendoakan calon anaknya agar menjadi anak yang sholeh/sholeha.
6. Nabi Suaib A.S. (Mertua Nabi Musa A.S)
Tugas terakhir sekaligus tugas terberat seorang ayah yang memiliki anak perempuan adalah mencarikan pasangan dan menikahkannya. Memilih calon menantu yang akan memperistri anak perempuannya bukan hal yang mudah. Memiliki dua orang putri yang pemalu Suaib telah mengetahui anaknya menyukai Nabi Musa sejak pertama bertemu. Melalui isyarat perkataan bahwa Musa kuat dan bisa dipercaya serta memintanya menjadi pelayan, Suaib sudah mengetahui bahwa anaknya menyukai Musa.
Akan tetapi kriteria Suaib memilih menantu tidak hanya itu. Untuk membuatnya yakin bahwa Musa adalah pria yang baik untuk anaknya Suaib meminta mas kawin berupa bekerja dengannya selama 8-10 tahun. Dengan waktu tersebut diharapakan Suaib dapat mengenal pribadi Musa lebih baik. Selain itu waktu tersebut juga berguna untuk memberikan nasehat dan perbaikan untuk Musa sebelum menjadi menantunya.
Hal ini yang harus diperhatikan seorang ayah yang akan memilih calon menantunya. Memilih calon menantu untuk putri kita tidak hanya bedasarkan kesukaan anak saja. Akan tetapi lebih dari itu, seorang ayah juga harus mengenali pribadinya terlebih dahulu. Selain itu Suaib juga terbukti pandai mendidik anak perempuannya menjadi wanita yang pemalu.
Pemalu dalam artian positif. Kedua anaknya malu dan tidak mau berkumpul dengan lelaki yang bukan mahromnya untuk berebut mengambil minum ternak di sumur. Mereka lebih memeilih menunggu. Selain itu, anak perempuannya juga malu seraya menutup wajahnya saat berbicara kepada Musa, pria asing yang baru dijumpainya.
7. Luqman Al-Hakim
Sosok yang satu ini membuat namanya ditulis dalam Al Quran  berkat kebijakannya dalam mendidik anak. Beliau merupakan orang kedua yang bukan nabi akan tetapi ditulis di dalam Alquran setelah Maryam. Meskipun bukan nabi akan tetapi Allah memberikan hikmah (kebijaksanaan) kepadanya sebagaimana yang tertulis di Surah Luqman ayat 12-19.
Berkat keistimewaan hikmah tersebut Luqman dapat menasehati anaknya dengan begitu bijak dan arif. Secara tersirat Allah memerintahkan kepada para ayah untuk menasehati anaknya seperti Luqman menasehati anaknya.
Beberapa isi wasiat Luqman kepada anaknya diantaranya supaya mentauhidkan Allah dan melarang syirik. Beliau juga berpesan untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua dan menuruti perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dengan perintah Allah serta tidak berbuat sombong dan menjaga suara di muka bumi. Selain itu beliau juga mengingatkan anaknya bahwa segala sesuatu yang dilakukan baik-buruknya akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir.
Pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki himar. Melihat tingkah laku Luqman itu, seorang pun berkata, "Lihat itu orang tua itu tidak kasihan membiarkan anaknya berjalan kaki". Setelah mendengarkan hal tersebut, Luqman pun turun dari himarnya, lalu menaruh anaknya di atas himar. Melihat yang demikian, maka orang berkata, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya asyik menaiki himar, sungguh kurang ajar anak itu".
Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, "Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, adalah sungguh tersiksanya himar itu."
Mendengar percakapan tersebut, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu. Kemudian terdengar lagi suara orang berkata, "Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai.". Dalam perjalanan mereka berdua pulang ke rumah, Luqman Hakim menasehati anaknya tentang sikap manusia. "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu."
source : www.ldii.or.id

Fokus

fokusDalam mengarungi hidup ini terkadang banyak sekali hambatan,rintangan membentang tapi kata kera sakti itu bukan masalah dan tak jadi beban pikiran.


Roda selalu berputar dalam kehidupan kadang berada di atas kadang berada dibawah. Begitulah hidup, kalau tidak begitu bukan hidup namanya. Dalam benak kita selalu menginginkan apa yang kita inginkan. Cita-cita yang kita akan gapai merupakan keinginan kita, terkadang ketika kita melihat orang yang sukses malah kita kurang bisa bersyukur, malah kebanyakan negatif thinking.
Lihatlah perjuangannya, saya yakin perjuangannya itu tak semudah membalik telapak kaki, yaaa memang sulit. Mengapa mereka senang dan bangga, ya itu tadi karena mereka telah berjuang mati-matian sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai. Begitu pula jika kita punya tujuan hidup, maka nyatakanlah tujuan itu dan kita sempurnakan ikhtiar kita, adapun hasilnya Allohlah yang menentukan.
Kemudian ada yang berkata,”Aku sudah berikhtiar sebaik mungkin, kok ga’ tercapai sih?”. Aduuuh itu lagi, kita harus intropeksi diri, bahasa kerennya bermuhasabah. ”Aku ini banyak dosanya ga’ sih, banyak maksiatnya ga’sih?”, itulah yang perlu di investigasi. Karena dosa itu sifatnya menghambat! So segeralah kita bertobat dan tingkat frekuensi beribadah padaNya. Tapi tekadkan dalam hati bahwa setelah Allah memberi kesuksesan, kita tidak menurunkan intensitas ibadah kita, lanjuuutkan sampai titik ajal kita.
Orang gagal itu biasa namun jangan sepelekan “gagal” ini, karena untuk sukses kita bisa belajar dari kegagalan. Anda tau pencipta lampu?? Thomas Alva Edison, hmmm sudah berapa ribu kali dia melakukan percobaan dan gagal, dan apakah dalam percobaan ke 999nya ketika gagal dia akan menyerah??, tentu tidak. Buktinya sekarang, lampu ada dimana-mana, menjadi penerang dimalam hari. Berjuta – juta manfaat yang dapat kita ambil.
Perlu diketahui dengan sebuah masalah, kita akan tumbuh dan berkembang menjadi manusia berkualitas, jika kita lari dari masalah, itu namanya lari dari kasih sayang Alloh, rugi kan. Dalam perbuatan apapun harus didasarkan niat full karenaNya memohon ridho dan petunjuknya, insya Alloh pertolongan Alloh akan datang. Ingat bahwa Alloh mengetahui apa yang kita butuhkan  daripada apa yang kita inginkan. Maha Besar Alloh.
Hmmm, Cobaan yang datang ketika kita full ikhtiar adalah sebagai penyucian jiwa, yaitu dengan sabar dan tabah. Namun kalau sudah tidak sabar muncullah caci maku yang tak jelas. Terkadang banyak waktu yang terbuang, akhirnya malas dan unmood itu datang.
Bagaimana cara mengantisipasinya?? kita isi waktu luang kita dengan kegiatan yang positif, tingkatkan frekuensi dan kualitas ibadah .Intinya gunakan waktu se efisien mungkin,sibukkanlah dalam kebaikan.
Niat merupakan kesiapan kita secara full matang dalam menyiapkan aksi, kalau sudah ada niat tulus pasti terlaksana. Contohnya tukang parkir, dia punya motor dan mobil banyak, ketika satu per satu di ambil, ya biasa-biasa saja, itu karena sudah ada niat. Dengan adanya niat maka fokuskanlah lalu ikhtiar dan yang terakhir berdo’a. Dengan kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan secara terus menerus maka akan melahirkan suatu karakter…….
source : www.ldii.or.id

Pertolongan Pada Kegalauan

Suatu ketika di tengah malam sunyi, ringtone notifikasi memecah keheningan dan membuyarkan rasa kantuk yang sudah diujung mata;
“Mas beneran ya mbak ini sudah proses ? (baca: nikah)”
“Kabarnya sih iya.. :p”
“Lah terus saya gimana dong … ? (Jeng jeeeng…)”
“Ya, datenglah nanti kalau undanganya sudah jadi.. :p”
#LaluGalau
-----------------------------
Pertanyaan terakhir mestinya cuma retorika, bahwa jawabannya sudah tentu ‘life must go on, no matter what’. Namun ada yang menjalani retorika itu dengan penuh kegalauan, nggak mau makan (kalau nggak enak ya, :D), nggak mau tidur, dan yang paling parah nggak mau nafas lagi. Duh…. Atau ada juga yang cukup berkata ‘hidup terlalu berharga untuk dibawa galau, apalagi hanya olehmu’
Well, setiap orang rasanya pernah mengalami yang namanya ‘galau’. Frekuensinya macem-macem, ada yang sekali seumurnya atau bahkan mungkin ada yang rutin setiap hari #pfft. Sebabnya dan levelnya pun juga udah kayak kripik, macem-macem :D
Maka setelah masa perenungan yang panjang, saya berkesimpulan bahwa jika penyakit ini tak dicegah dan ditanggulangi dengan baik dan benar bisa jadi akan mewabah dan menyebabkan komplikasi, melumpuhkan semangat dan memburamkan pandangan akan masa depan. Lalu eksistensi dari peradaban umat manusia pun jadi terancam.
Maka menurut sumber-sumber yang kredibel dan telah dibuktikan oleh umat-umat terdahulu beberapa hal yang sekiranya bisa jadi P3K (Pertolongan Pertama Pada Kegalauan) antara lain :
1. Syukur
Tindakan pencegahan yang pertama akan gejala galau bisa dimulai dengan bersyukur akan setiap nikmat yang telah Allah beri. Bersyukur selain membatasi nafsu ‘ingin’ juga bisa menjadi jalan agar tidak tertimpa suatu musibah kegalauan (QS. An Nisa’ 147). Bahkan Allah menjanji akan menambah nikmat-Nya jika mau bersyukur(QS Ibrahim 7) Jadi sudahkah kita bersyukur akan nikmat Allah hari ini? Tidak usah mencari yang besar cukup dari hal-hal kecil, punya fisik sempurna, disayang dan dicinta orang tua. Bisa sekolah, kuliah dan bisa lain-lainnya … *termasuk bisa mengenalmu :)
2. Do’a
“Do’a adalah senjatanya orang iman” (HR. Al Hakim)
Jika kita tidak ingin tertimpa qodha’ yang tidak baik yang akan menjangkit galau, perbanyak saja berdo’a. Karena tidak ditolak Qadha' (ketentuan Allah) kecuali dengan do'a. (HR. Tirmidzi).
Kalau doa itu ibarat kita menebang pohon makan semakin sering dan semakin banyak kita berdo’a maka akan semakin cepat pula do’a itu ijabah, insyAllah. Dalam HR Tirmidzi Nabi bersabda “Barang siapa yang ingin dikabulkan do’anya oleh Allah dalam keadaan yang berat dan susah (baca : galau) maka perbanyaklah do’a diwaktu longgar”
Jadi misal kita ingin segera menikah seusai kuliah dan telah menjatuhkan pilihan maka do’a dan istikhorohnya harus dimulai sedini mungkin dan sepaling awal dari orang lain :)
3. Khusnudhon
Pencegah galau selanjutnya adalah berprasangka baik kepada Allah dan kepada sesama. Berprasangka baik pada Allah adalah tentang do’a kita pada-Nya
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” ((HR. Bukhari)
“Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnuzhon pada Allah” (HR. Muslim).
Dalam do’a kita yakin Allah akan memabalas. Bisa :
Yes;
Yes but not now;
I have a better plan for you;
Be Positif, There’s never a NO, karena Allah tak akan pernah menyia-nyiakan do’a hambanya
Khusnudhon berikutnya adalah kepada sesama. Prasangka jelek kepada sesama hanya akan membuat hati tidak tenang, malah malah bisa berlanjut menjadi penyakit hati, iri dengki dan semacamnya. Galau akut. Hindari kecanduan dalam socmed, karena disana pintu su’udzon, prasangka terbuka lebar, karena saat itu kita sedang menghadap dunia tanpa raut muka. Banyaklah bergaul di dunia yang sebenarnya, akan lebih banyak senyum terlihat disana.
Jika ada prasangka, tabayyun ke yang bersangkutan dan jangan ditunda. Dan mari berdamai dengan hati kita masing-masing.
4. Ilmu
Apa yang kita ketahui tentang kegalauan saat ini adalah bahwa ternyata ia berkembang dan memiliki level yang bermacam-macam. Jika galau tingkat Mahasiswa adalah ketika di PHPin dospem atau belum menemukan pendamping wisuda selain orangtua, maka kegalauan tingkat anak TK hanya sebatas ketika ia kehilangan uang jajannya yang 500 perak atau melihat mainannya dipegang anak lain. Kegalauan anak TK tidak akan berlaku bagi anak SD, SMP / SMA karena bertambahnya ilmu dan cara pandang mereka akan masalah.
Maka benar kalau Jack Sparrow bilang “The problem is not the problem. The problem is your attitude about the problem” Nah untuk memperbaiki attitude, wawasan, dan cara pandang kita akan permasalahan adalah dengan mengupdate ilmu. Jika tantangan kegalauan sebatas level SD maka dengan kita punya ilmu selevel SMP kita tak tenggelam didalamnya. Begitupun jika galau sudah selevel presiden kita bersiap dengan ilmu selevel dewa.
Untuk antisipasi galau level keduniaan ya sudah pas kalau kita belajar ilmu dunia setinggi-tingginya. Tapi untuk kegalauan level akhirat maka yang kita siapkan adalah ilmu yang tiada bandingannya : Mengkaji Qur’an Hadits !!
Sebagaimana kapal yang mampu mengontrol air laut tidak masuk kedalamnya sehingga ia tak tenggelam dilautan, seperti itulah ilmu dan cara pandang kita akan dunia mampu mengontrol kita tak tenggelam dalam segala kegaluannya dan tetap mampu berlayar (move on) ke tujuan besar kita (akhirat).
5. Utamakan Ibadah dan Amrin Jami’ Fii Sabilillah
Allah telah berfirman dalam hadits Khudsi yang diriwayatkan oleh Ibn Majjah “Hai anak Adam luangkanlah waktumu untuk beribadah kepadaku niscaya akan Aku penuhi hatimu dengan rasa kaya dan akan Aku tutup (penuhi) kebutuhanmu. Dan jika engkau tidak mengerjakannya (meluangkan waktu untuk ibadah) maka akan Aku penuhi hatimu dengan rasa sibuk dan tidak akan Aku penuhi kekuranganmu”
Kalau Allah sudah memenuhi hati kita dengan rasa kaya (syukur dan tidak merasa kurang) maka seberapapun yang kita miliki kita akan selalu merasa cukup dan tidak merasa kekurangan. Karena kaya adalah tentang bagaimana cara kita memiliki bukan tentang apa yang kita miliki.
Nah Allah telah jelas menjanjikannya maka dalam rapat kerja menyusun roadmap kehidupan kita zoom out dulu untuk tujuan besar kita, Akhirat. Lalu menempatkan urusan ibadah dalam peringkat pertama skala prioritas.
6. Istirja’
Dan pada akhirnya mungkin kita tak bisa menghindar dari qodar jelek menimpa kita. Maka saat itulah kita tetap harus berkeyakinan pada jawaban pengharapan (do’a) kita pada Allah bahwa, jika tidak iya, insyAllah nanti, atau Allah punya rencana lain yang lebih baik. Untuk menunggu ijabah yang masih nanti, tetap sabar dan tawakal adalah cara terbaiknya. Untuk ijabah yang semoga lebih baik adalah dengan istirja’. Maka jangan terlarut dalam kegalauan jika rencana kita belum atau tidak tercapai. Carilah lantai untuk bersujud tumpahkan semua kegalaun pada-Nya niscaya lebih melegakan daripada mengumbarnya di sosial media. (karena galau itu menular :D) Nggak percaya? Jika kamu sedang galau, silahkan malam ini tahajud dan ceritakan semuanya J Pada setiap musibah pada dasarnya Allah sedang memberi kesempatan kita untuk mendapatkan yang jauuuuh lebih baik dari apa yang kita lewatkan dengan istirja’.
إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيْبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِّنْهَا  ۞  رواه مسلم
Maka dalam kasus diawal tadi cara terbaik secepatnya adalah dengan istirja’ lalu berdo’a dan bersiap menyambut seseorang yang insyAllah jauh lebih baik :)
Sebagian besar kegalauan bersumber pada keinginan (hawa nafsu) yang tak kesampaian. Maka setiap harapan hendaknya jangan disandarkan hanya pada orang per orang. Selalu libatkan Allah dalam segala urusan dan sandarkan semua pengharapan pada Allah karena Dia adalah sebaik-baiknya yang mengabulkan do’a dan sebaik-baiknya yang menepati janji serta Maha segalanya. Jangan berhenti untuk update ilmu dan selalu khusnudhon billah.
Oh ya, pengertian GALAU sebenarnya adalah "God Always Listening And Understanding"
#GenerasiAntiGalau
source: www.ldii.or.id

Sejarah Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi Informasi dan Komunikasi / TIK (Information and Communication Technologies / ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
1. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
2. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Dari dua pendefinisian sederhana di atas tampak bahwa teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi, Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.
Ada tiga cara dalam menyampaikan informasi, yaitu :
1.    Natural / Manusia
Penyampaian informasi secara Natural/ manusia ialah penyampaian informasi masih menggunakan tangan manusia. Misalnya:
a)   Pada zaman purba
Biasanya berupa goresan – goresan atau gambar pada batu atau dinding goa.
b)   Cina, Mesir, dan Romawi
Menggunakan alat seperti abacus atau suan pan dan jari tangan serta menggunakan media seperti lempung dan kertas.
2.    Mekanis
Penyampaian informasi secara mekanis ialah Penyampaian informasi dilakukan menggunakan peralatan yang berbentuk mekanik dan digerakkan oleh tangan manusia. Misalnya :
a)   Abad 18-19
b)   Abad 19
Kartu Perforasi – Hollerith (1889)
3.    Elektronis
Penyampaian informasi secara elektronis ialah penyampaian informasi dilakukan menggunakan peralatan yang bekerja secara elektronik. Misalnya: Komputer generasi I, II, III, IV, dst.
Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
Sejarah TIK
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi Trans-Atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global.
Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat.
Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943.
Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok barat (Amerika Serikat) dan blok timur (Uni Soviet) justru memacu perkembangan tekologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang.
Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini.
Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya.
Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital.
Produk hasil konvergensi saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri.
Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.
Perkembangan Internet Sebagai Bagian dari Sejarah TIK
Sebagai bagian dari sejarah TIK, internet sendiri mulai ada sejak tahun 1969, pada masa ini internet hanya dipergunakan terbatas untuk kepentingan militer USA yaitu melalui proyek ARPANET (advance research project agency network). Angkatan darat USA mempraktekkan bagaimana caranya berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan hardware dan software komuter yang berbasis Unix.
Di Indonesia sendiri, internet baru mulai dikenal sekitar tahun 1990an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal dengan nama paguyuban network. Di saat tahun 1990an tersebut, pengguna internet di Indonesia tidak sampai berjumlah ratusan apalagi ribuan seperti saat ini.
Karena penggunanya masih sedikit, maka semangat kerjasama, kekeluargaan dan gotong royong masih terasa di antara merekan. Sangat berbeda dengan persaingan yang tumbuh tak terkendali di masa sekarang.
Pada tahun 1990-an itu sejarah TIK di Indonesia mencatat bahwa kita masih tergantung pada jaringan internet yang digawangi oeh Inggris dan Amerika Serikat. Namun lama-kelamaan putra-putra Indonesia telah berhasil mempelajari teknologi internet sehingga pengaplikasiannya menjadi lebih mudah dan tersebar di seluruh pelosok negeri.
Manfaat dari Perkembangan Sejarah TIK
1. Sumber Informasi Tercepat
2. Mencari bahan tambahan pelajaran untuk anak sekolah dan mahasiswa yang masih sekolah
3. Menjalin persahabatan
4. Memudahkan pekerjaan
Dampak Negatif dari Perkembangan Sejarah TIK
1. Adanya pemalsuan Identitas
2. Waspadai Adanya unsur penipuan
3. Hindari mengikuti milis, website atau permainan yang vulgar dan tidak mendidik.
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Definisi awal Teknologi Pendidikan dipandang sebagai media
Teknologi Pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengealuasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam betuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif.
Definisi teknologi pendidikan pada awal tahun 1920 dipandang sebagai media. Akar terbentuknya pandangan ini terjadi ketika pertama kali diproduksi media pendidikan pada awal abad dua puluhan. Media ini, sebagai media pembelajaran visual yang berupa film, gambar dan tampilan yang mulai ramai pada tahun 1920. definisi formal pembelajaran visual terfokus pada media yang digunakan untuk menampilkan sebuah pelajaran. Pandangan ini berlanjut sampai 1950.
Tahun 1960 dan 1970 Teknologi Pendidikan diapandang sebagai suatu proses.
Awal tahun 1950, khususnya selama tahun 1960 dan 1970 sejumlah ahli dalam bidang pendidikan mulai mendiskusiakan teknologi pendidikan dalam suatu yang berbeda. Mereka membahasnya sebagai suatu proses. Contohnya Finn (1960) mengatakan bahwa teknologi pendidikan harus dipandang sebagai suatu cara untuk melihat masalah pendidikan dan mneguji kemungkinan solusi dari masalah tersebut. Sedangkan Lumsdaine (1964) mengatakan bahwa teknologi pendidikan dapat dijadikan aplikasi ilmu pengetahuan pada praktek pendidikan. Pada tahun 1960an dan 1970 banayak definisi teknologi pendidikan yang dipandang sebagai suatu proses.
Definisi 1963
Di tahun 1963, definisi teknologi pendidikan digambarkan bukan hanya sebagai sebuah media. Definisi ini (Ey, 1963) menghasilkan dengan suatu komisi pengawas yang dibentuk olep Departemen Pendidikan Audiovisual (sekarang dikenal sebagai Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan). Hal ini merupakan suatu hal yang berangkat dari pandangan “tradisional” terhadap teknologi pendidikan. Definisi kini lebih memusat pada desain pembelajaran dan penggunaan media sebagai pengendalian proses belajar (p. 38). Lebih dari itu pengertian kini lebih menganali serangkaian langkah-langkah penerapan, perancangan, dan penggunaan. Langkah-langkah ini mencakup perencanaan, produksi, pemilihan, pemanfaatan, dan manajemen. Perubahan disini mencerminkan bahwa, bagaimana lingkungan dan kemajuan zaman dapat mengubah sebuah definisi dan praktek dari teknologi pendidikan.
Definisi 1970
Definisi selanjutnya merupakan definisi tahun 1970-an yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Teknologi Pendidikan. Komisi pengawas ini dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menguji permasalahan dan manfaat potensial yang berhubungan dengan teknologi pendidikan di sekolah-sekolah.
Teknologi pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan mengunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif.
Jadi menurut konsep ini tujuan utama teknologi pembelajaran adalah membuat agar suatu pembelajaran lebih efektif. Bagaimana hal itu dilakukan? Dengan cara mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi secara sistematis berdasarkan teori komunikasi dan belajar tentunya, serta memanfaatkan segala sumber baik yang bersifat manusia maupun non manusia, dengan demikian, sejak tahun 1970an, sudah ada pandangan bahwa manusia (dalam hal ini guru) bukanlah satu-satunya sumber belajar.
Definisi 1977
Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegerasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisa masalah dan merancang. Melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia.
Definisi 1994
Teknologi instruksional adalah praktek dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan menilai proses-proses maupun sumber-sumber balajar.
Definisi ini lebih operasional dari pada rumusan tahun 1977 yang terlalu rumit, definisi ini menegaskan bahwa adanya lima dominant teknologi pembelajaran, yaitu kawasan desain, kawasan pengemabangan, kawasan pemanfaatan, kawasan pengelolaan, dan kawasan penilaian baik untuk proses maupun sumber belajar, seorang teknolog pembelajaran bias saja memfokuskan bidang garapannya dalam salah satu kawasan tersebut.
Definisi baru : menyatakan peran media, desain pembelajaran sistematis, dan pendayagunaan teknologi.
Bidang teknologi dan desain pembelajaran mencakup analisis pembelajaran dan pencapaian masalah serta rancangan, pengembangan, pemanfaatan, evaluasi, manajemen, pembeljaaran, proses non pembelajaran untuk meningkatkan pencapaian pelajaran dalam berbagai peraturan, bidang pendidikan dan tempat kerja.
Para ahli bidang desain pembelajaran dan teknologi sering menggunakan prosedur desain pembelajaran yang sistematis dari berbagai media pembelajaran untuk menyelesaikan tujuan mereka.
Definisi ini menggaris bawahi dua praktek yaitu penggunaan media untuk tujuan pendidikan dan penggunaan prosedur desain pembelajaran yang sistematis.
Mengapa kita menyebutnya desain pembelajaran dan teknologi ?
Definisi berbeda dari yang sebelumnya. Lebih mengacu pada bidang desain pembelajaran dan teknologi dibandingkan dengan teknologi pembeljaaran. Mengapa kebanyakan individu menggambarkan istilah teknologi pembelajaran dengan komputer, video, OHP, dan segala jenis hardware dan software lainnya yang berhubungan dengan media pembelajaran. Dengan kata lain banyak individu yang menyamakan teknologi pembelajaran dengan desain pembelajaran. Praktek desain pembelajaran sudah meletus sehingga banyak digunakan oleh individu yang menyebut diri mereka perancang pembelajaran.
 

Formula Anti Ban Bocor

Formula Anti Ban Bocor
Untuk Info Pemesanan Silakan Komentar

Blogger news

Distributor Telur Puyuh

Distributor Telur Puyuh
Untuk Daerah Solo dan Sekitarnya

Blogroll