
Kembali lagi pada saya... Disini
saya akan membahas tentang keluarga.. Keluarga impian yang selalu
diidam-idamkan semua orang yaitu apa??? Iyaa?? Iyaaaak betul yaitu Keluarga Sakinah
mawadah warohmah... Apasih artinya itu sering kita bertanya dengan kalimat yang
selalu diucapkan oleh khalayak ramai apalagi disaat acara pernikahan seseorang
kata-kata itu nyaris diucapkan oleh semua orang.. Arti dari Sakinah mawadah Warohmah adalah
ketika didalam sebuah keluarga tersebut selalu diselimuti oleh ketenangan kedamaian
ketentraman dan mendapatkan Rohmat dari Alloh Ta’ala. Disetiap hari hidup bahagia baik suami istri
dan anak-anaknya. Selalu ada rasa tenggang rasa, tepo sliro dan berbuat
baik terhadap sesama anggota keluarga. Tak ada permusuhan dalam keluarga tak
ada cekcok yang setiap hari ada. Menurut saya itulah arti dari kata-kata
tersebut yang selalu diucapkan oleh masyarakat dan selalu diidam-idamkan oleh
hampir semua orang. Namun tahu tidak bahwa ada runtutan kata yang bisa menuju
ke kalimat Saakinah Mawadah Warohmah, yaitu kata Fathah, kasroh, dummah dan
sukun. Tentu tahu kan dari keempatnya itu merupakan kata yang biasa kita
dengar disaat mengaji/ nderes Quran. Itu kesemuanya merupakan tanda harokat
dari huruf-huruf hijaiyah agar dapat
dibaca. Ternyata ada kaitannya lho huruf hijaiyah dengan keluarga. Untuk pertama kali kita bahas mengenai Fathah
yang berarti membuka bisa dilihat ketika melafatkannya mulut kita membuka
disitu keluarga terbuka menyampaikan sesuatu yang ingin disampaikan. Disini
baik suami atau istri menyampaikan kelebihan ataupun kekurangan dari
pasangannya harus menggunakan bahasa yang tepat dan sopan agar baik keduanya
tak tersinggung. Jika tidak maka akan terjadi Kasroh atau yang berarti
pecah apabila kita amati mulut kita pecah ada sebagian yang kekiri dan sebagian
kekanan didalam melafatkannya. Suami istri yang sedang congkrah/padu/kres
dalam bahasa jawanya terdiam dan saling bersikukuh dengan pendapatnya. Jika tak
ada yang mengalah maka akan semakin berlanjut berkepanjangan harusnya disini
baik suami maupun istri ada yang rebutan ngalah/keporo ngalah agar
perpecahan yang sedang terjadi dapat diselesaikan. Apabila dari keduanya ada
yang ngalah maka dummahpun terjadi yaitu berarti kumpul . dalam
pelafatannya u mulut kita berkumpul kedepan dan menghasilkan suara u. Suami dan istri berunding tentang perpecahan
yang terjadi diselesaikan dengan musyawaroh diantara keduanya. Ngomong
baik-baik yang sopan saling minta maaf dan mengakui kesalahan jangan sampe
saling menyalahkan. Jika sudah berunding maka akan menjadi sukun yang
berarti tenang/diam diantara keduanya.didalam melafatkannya juga mulut hanya
diam ditempat dan mendengung. Kehidupan kembali normal menjadi rukun kembali
sehingga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Itu merupakan sebuah
ulasan dari saya mengenai keluarga dan ulasan ini saya dengar berkat paparan
dari pak mubaligh saya disela-sela pengajian. Ingatlah didalam suatu
rumah tangga pasti ada batu kerikil yang menghadang yang dapat menyandung kita
dimohon agar bisa memahami satu sama lain agar bisa tercipta suasana yang sejuk
nyaman aman tentram dalam keluarga. Jangan egois dan jangan emosional. Karena setiap masalah pasti ada jalan
keluarnya.
0 komentar:
Posting Komentar